elok parasmu pernah berhasil mengoyangkan prinsip hidupku.
seiring waktu terus yang terus bergulir.
bagaikan daratan terus terkikis oleh ombak sang lautan.
ku tau tak mungkin kembali tuk kedua kalinya.
kau berhasil membuatku terdiam.
rasa bersalah padamu tak mungkin ku elakkan.
meminta-minta kata maaf dari engkau yang ku sia-siakan.
rasa ini menyakitkan, mampu membunuh hatiku secara perlahan.
detik demi detik waktu terus bergulir.
tubuh ini sudah mulai menua.
menjadi sarang bagi jutaan penyakit yang menantinya.
aku tak mau mengikat sesuatu yang tak mungkin ku gengam.
aku hanyalah seorang petualang.
yang mesti berjalan hingga waktu tuaku datang.
dan menceritakan keindahan akan sebuah maha karya sang pencipta.
menyimpan luka yang meronta-ronta akan ribuaan rasa sakitnya.
mata yang ku tatap akankah tetap sama.
putihnya.. hitamnya.. dan tanda di atas matanya.
biar aku menyimpannya dalam getaran jiwa.
yang terus memaksa di kala hujan tiba.
tawamu selalu di atas dukaku.
duka yang ku simpan selalu di bawah kata maaf darimu.
tersimpan dan membekas tanpa suara.
ku diamkan menjadi penyakit yang selalu menemani sisa umurku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar