Jumat, 30 Mei 2014

kita akan bersatu

tak ada alasanku untuk tertawa lepas.
yang ada hanyalah alasan kuat untuk melihatmu bahagia.
airmatamu adalah penyesalan terbesar dalam hidupku.
jangan menanggis pemilik hatiku.
jika kau mampu mengikhlaskan aku.
kan kujaga hatiku untukmu.
kita akan bersatu.
ketika tetesan hujan pertama di tanah gersang.
dimana saat itu aku menutup mata.
ku keluarkan semua rasa rinduku.
membayangkan dirimu yang tersenyum lembut di hadapanku.
dan saat aku mulai merasakanmu.
aku mulai menyanyikan lagumu.
lagu yang selalu kau nyanyikan ketika bersamaku.
aku menghapalnya di luar kepala.
walau hanya mendengarnya dari lisanmu.
aku menjiwainya, merasakan perasaanmu saat itu.

Selasa, 27 Mei 2014

hatinya yang membeku

terlalu dingin yang dia rasakan.
dia berusaha untuk tetap terjaga.
ketika dinginnya angin malam.
perlahan menusuk kulit lembutnya.
tak ada satupun orang yang tau namanya.
bahkan tak ada yang pernah menyentuhnya.
dia hidup berkembang dan melayu sendirian.
begitu sakit luka yang membekas di hidupmu.
sampai kau tak dapat lagi merasakan apapun.
sebegitu dalam  rasa sepi tertanam di hatimu.
hingga tak lagi seorangpun mampu meraihmu.
dia hanya bisa bertahan karena memiliki waktu.
menertawakan sesuatu yang sama sekali tak bisa dirasakannya.
menatap yan bahkan tak pernah bisa di lihatnya.

cinta seperti bunga

hanya kenangan yang indah ketika bersamamu.
menyisakan sebuah catatan dalam hatiku.
di jalan kecil dimana kau meninggalkan aku.
aku mampu bertahan dalam sepi ini.
bertahan didalam kesendirian.
aku akan baik-baik saja.
selama aku masih bisa melupakanmu.
menelan airmata ini dan bertahan hingga akhir.
hinga aku akan berkembang sekali lagi.
cinta ini adalah sebuah bunga yang membara..
dia berkembang dan melayu..

Senin, 26 Mei 2014

kenangan yang sempat kulupakan


kenangan ku bersamamu ku ingat lagi ketika aku berada di pinggir danau ini di temani rasa sepi dan hujan yang menetes hadirkan sejuk dalam jiwaku. saat itu aku kembali pada kejadian yang indah dulunya saat aku terlelap karena mataku yan mulai lelah ketika membaca sebuah buku. ku istirahatkan sejenak kedua mata ini menutupnya dengan buku yang kubaca. tiba-tiba buku di kepalaku di ambil seseorang yang tersenyum dengan hangatnya, dan yang ku lihat pada saat itu dirimu. entah kenapa senyumanmu kali ini terasa berbeda, terlihat tenang namun terasa hangat. aku malu menatap matamu yang terlihat berbeda dari biasanya itu. ku sambung tidurku yang terganggu itu. terasa panas mentari menyengat mataku. saat itu kau halangi sinar mentari dan menutup mataku dengan kedua tangan dinginmu. kubiarkan sejenak tanganmu menyentuh mataku. ku genggam kedua tangan itu meletakkannya di dada kiriku, supaya dia tetap hangat. mata kita saling menatap satu sama lain, entah kenapa aku terasa malu. merah tak menentu hiasi wajahku. ku coba alihkan pandanganku dari matamu. tiba-tiba kau menciumku. jantungku berdetak dengan kencangnya. sampai aku tak tau apa yang ada dalam benakku ini. dirimu yang tersenyum dan tersipu malu di hadapanku. ku beranikan diri